Saat ini hampir setiap komputer yang kita temui merupakan bagian dari
sebuah jaringan komputer yang kompleks. Misalkan saja ketika sebuah
laptop atau komputer yang tadinya berdiri sendiri (stand alone) kemudian
kita tambahkan sebuah USB Modem sehingga terhubung ke internet, maka
komputer kita telah terhubung dan merupakan bagian dari sebuah jaringan
yang sangat luas yaitu WAN (Wide Area Network).
Dalam artikel berikut ini kita akan mencoba mengenal pengertian dari
jaringan komputer, manfaat dan resiko dari jaringan komputer dan
pembagian jaringan komputer berdasarkan luas areanya yaitu PAN, LAN, MAN
dan WAN.
Apa itu Jaringan Komputer?
Secara sederhana pengertian dari jaringan komputer adalah hubungan
antara dua atau lebih sistem komputer melalui media komunikasi untuk
melakukan komunikasi data satu dengan yang lainnya.
Manfaat Jaringan Komputer:
Manfaat utama yang dapat kita rasakan dari terbentuknya jaringan
komputer adalah kemampuan untuk saling berbagi sumber daya (resource
sharing) yang kita miliki seperti pemakaian printer, hardisk, CD ROM dan
peripherial lain secara bersama-sama, saling bertukar data (file
sharing) dan berkomunikasi satu sama lain (email, chating sampai video
conference).
Kerugian Jaringan Komputer:
Sebenarnya istilah tepatnya mungkin bukan kerugian tetapi konsekuensi
dari terhubungnya sistem komputer kita ke jaringan komputer ini
diantaranya adalah masalah keamanan (security) baik pada pengaksesan
berbagai sumberdaya dari pihak-pihak yang tidak berwenang maupun masalah
keamanan (ancaman virus) pada data yang dipertukarkan.
Terlepas dari berbagai resiko yang harus kita hadapi, rasanya untuk
komputer saat ini terhubung atau merupakan bagian dari jaringan komputer
merupakan hal yang tidak bisa dihindari.
Jenis-Jenis Jaringan Komputer
Jenis-jenis jaringan komputer berdasarkan cakupan areanya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu PAN, LAN, MAN dan WAN.
1. PAN (Personal Area Network)
Pada saat kita saling menghubungkan komputer atau perangkat lain seperti
handphone, PDA, keyboard, mouse , headset wireless, camera dan
peralatan lain yang jaraknya cukup dekat (4-6 meter) maka kita telah
membentuk suatu Personal Area Network. Hal yang paling penting bahwa
dalam PAN ini kita sendiri yang mengendalikan (authoritas) pada semua
peralatan tersebut. Selain dihubungkn langsung ke komputer lewat port
USB atau FireWire, PAN juga sering dibentuk dengan teknology wireless
seperti bluetooth, Infrared atau WIFI.
2. LAN (Local Area Network)
Inilah jaringan komputer yang sangat populer. LAN (Local Area Network)
adalah jaringan komputer yang mencakup wilayah kecil; seperti jaringan
komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah dan sekolah.
3. MAN (Metropolitan Area Network)
Metropolitan
Area Network (MAN) adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan
transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai lokasi
seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN
adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini berkisar
antara 10 hingga 50 km.
4. WAN (Wide Area Network)
WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang mencakup area
yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota
atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan
komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. Internet
merupakan contoh dari jaringan WAN ini.
Minggu, 24 Februari 2013
Mengenal Jaringan Komputer (PAN, LAN, MAN dan WAN)
Rabu, 02 Januari 2013
Keistiqomahan Seorang Akhwat
CINTA...? Hah paling sulit nih kalau membahas tentang yang satu ini. tapi yang begitulah seperti kalimat berikut. JIWA HAMPA KARNA CINTA, HATI HAMPA KARNA IMAN.
Dalam kehidupan ini memang sulit ketika iman kita dihadapkan pada sebuah persoalan Cinta. dimana saat itu kita menghabiskan banyak waktu, pikiran, tenaga bahkan hati untuk menghadapinya. sedih, sakit, duka, bahkan airmata pun pasti terjatuh disaat kita membahas tentang cinta. dahulu aku sulit untuk berkata tentang cinta, bahkan berbicara tentang cinta saja menurutku itu terlalu jauh dan aku belum bisa untuk membayangkan hal itu. dahulu bagiku kata cinta adalah sebuah kata negatif bila dikatakan sebelum akad, namun inilah rahasia kehidupan. dimana roda kehidupan berputar agar semua makhluk merasakan seluruh kasih sayang Sang Maha Cinta. aku bahagia bisa merasakan cinta, apalagi rasa itu terjatuh pada sesosok manusia yang bernama ikhwan sholeh. aku percaya pada Taqdir Allah, bahwa TULANG RUSUK TIDAK AKAN TERTUKAR.
Yah begitulah ungkapan yang membuat hatiku tenang dan membuat sejuk imanku saat ini. Tepat sekali bahwa kekuasaan Allah itu tidak pernah salah. karena sebaik-baiknya rencana manusia, tetaplah rencanaNya-lah yang terbaik dan Indah pada waktunya. Nah, kalimat ini juga yang selalu aku ingat untuk menguatkan imanku.
Subhaanallah, entah sampai kapan hati ini kuat untuk menampung rasa ini. tapi bagaimana pun kepastiaanya, yang penting berdo'a dan istikhoroh deh. karena walau bagaimana pun baiknya sang ikhwan, jika Allah tidak menghendaki ia bersamaku yah mau gimana lagi. hanya hati ini dan Allah Robbul 'Izzati yang tahu.
PENANTIAN...? kalau berbicara tentang penantian, aku pasti menantinya didalam ujung do'aku.
Disekitar banyak sekali para ikhwan, tapi mereka tidak bisa mengisi hati ini karna telah ada sesosok ikhwan yang telah ada dihati ini sejak awal. hmm, kalau mau cerita tentang ikhwan sang pengisi hati ini gimana yah. banyak pertanyaan serta jawaban yang dapat menjawab pertanyaan hati ini. "mengapa diri ini melabuhkan hati pada pelabuhan cintanya?" ternyata beribu jawaban pada jawaban hati ini.
kalau jatuh cinta pada ikhwan yang menganggap kita teman, mungkin mudah saya merubah hubungan pertemanan menjadi pernikahan. namun, hati ini terjatuh pada sesosok ikhwan yang mempunyai hubungan erat sebagai adik dan kakak. Subhaanallah. memang indah perhatiaannya, namun itu tidak lebih dari sebatas perhatian seorang kakak kepada adiknya. berikut ungkapan hatiku disaat bersamanya:
Saatku lemah, ia yg menguatkanku dg motivasinya.
Saatku rapuh, ia yg mengokohkanku dg inspirasinya.
Saatku terjatuh, ia yg membangunkanku dgn Kebijakannya.
Saatku terluka, ia yg menyembuhkanku dg Nasihatnya.
Saatku ku sendiri, ia yg menemaniku dg kalimat bijaknya
Saatku sedih, ia yg menghiburku dg candaannya.
dan saatku bahagia adalah saatku bersamanya ^_^
Yah begitulah ungkapan isi hatiku saat kusadari ia begitu menyayangiku. Yah sudahlah, hanya kepada Allah hati ini dapat bercerita. dan akupun berharap kehadirannya, walau saat itu ia datang untuk mengantar undangan pernikahannya insya Allah dengan siapapun dia asal ia bahagia aku akan turut bahagia melihat senyuman indahnya walau senyuman itu bukan tertuju untukku.
ISTIQOMAH...? Ingin sekali iman ini istiqomah di jalanNya, berjihad untuk menegakkan agamaNya. berjuang dengan sepenuh jiwa dan raga. dengan air keringat yang bercucuran akan kutempuh indahnya Islam, Manisnya Iman serta Murninya Ikhlas hingga aku mencapai Ridho-Nya.
Istiqomah..konsisten.. berpegang teguh.. komitmen..
itulah ungkapan untuk kesuksesan hidup manusia di dunia juga diakhirat. istiqomah pada satu jalan yang lurus. istiqomah pada satu cinta yang tulus. serta istiqomah pada Iman dan Islam dalam satu keyakinan.
Wallahu A'lam.
Indahnya Islam.. Manisnya Iman.. Murninya ikhlas.. Jujurnya hati.. Tulusnya Cinta..
ada pada ke-ISTIQOMAH-an.
Dalam kehidupan ini memang sulit ketika iman kita dihadapkan pada sebuah persoalan Cinta. dimana saat itu kita menghabiskan banyak waktu, pikiran, tenaga bahkan hati untuk menghadapinya. sedih, sakit, duka, bahkan airmata pun pasti terjatuh disaat kita membahas tentang cinta. dahulu aku sulit untuk berkata tentang cinta, bahkan berbicara tentang cinta saja menurutku itu terlalu jauh dan aku belum bisa untuk membayangkan hal itu. dahulu bagiku kata cinta adalah sebuah kata negatif bila dikatakan sebelum akad, namun inilah rahasia kehidupan. dimana roda kehidupan berputar agar semua makhluk merasakan seluruh kasih sayang Sang Maha Cinta. aku bahagia bisa merasakan cinta, apalagi rasa itu terjatuh pada sesosok manusia yang bernama ikhwan sholeh. aku percaya pada Taqdir Allah, bahwa TULANG RUSUK TIDAK AKAN TERTUKAR.
Yah begitulah ungkapan yang membuat hatiku tenang dan membuat sejuk imanku saat ini. Tepat sekali bahwa kekuasaan Allah itu tidak pernah salah. karena sebaik-baiknya rencana manusia, tetaplah rencanaNya-lah yang terbaik dan Indah pada waktunya. Nah, kalimat ini juga yang selalu aku ingat untuk menguatkan imanku.
Subhaanallah, entah sampai kapan hati ini kuat untuk menampung rasa ini. tapi bagaimana pun kepastiaanya, yang penting berdo'a dan istikhoroh deh. karena walau bagaimana pun baiknya sang ikhwan, jika Allah tidak menghendaki ia bersamaku yah mau gimana lagi. hanya hati ini dan Allah Robbul 'Izzati yang tahu.
PENANTIAN...? kalau berbicara tentang penantian, aku pasti menantinya didalam ujung do'aku.
Disekitar banyak sekali para ikhwan, tapi mereka tidak bisa mengisi hati ini karna telah ada sesosok ikhwan yang telah ada dihati ini sejak awal. hmm, kalau mau cerita tentang ikhwan sang pengisi hati ini gimana yah. banyak pertanyaan serta jawaban yang dapat menjawab pertanyaan hati ini. "mengapa diri ini melabuhkan hati pada pelabuhan cintanya?" ternyata beribu jawaban pada jawaban hati ini.
kalau jatuh cinta pada ikhwan yang menganggap kita teman, mungkin mudah saya merubah hubungan pertemanan menjadi pernikahan. namun, hati ini terjatuh pada sesosok ikhwan yang mempunyai hubungan erat sebagai adik dan kakak. Subhaanallah. memang indah perhatiaannya, namun itu tidak lebih dari sebatas perhatian seorang kakak kepada adiknya. berikut ungkapan hatiku disaat bersamanya:
Saatku lemah, ia yg menguatkanku dg motivasinya.
Saatku rapuh, ia yg mengokohkanku dg inspirasinya.
Saatku terjatuh, ia yg membangunkanku dgn Kebijakannya.
Saatku terluka, ia yg menyembuhkanku dg Nasihatnya.
Saatku ku sendiri, ia yg menemaniku dg kalimat bijaknya
Saatku sedih, ia yg menghiburku dg candaannya.
dan saatku bahagia adalah saatku bersamanya ^_^
Yah begitulah ungkapan isi hatiku saat kusadari ia begitu menyayangiku. Yah sudahlah, hanya kepada Allah hati ini dapat bercerita. dan akupun berharap kehadirannya, walau saat itu ia datang untuk mengantar undangan pernikahannya insya Allah dengan siapapun dia asal ia bahagia aku akan turut bahagia melihat senyuman indahnya walau senyuman itu bukan tertuju untukku.
ISTIQOMAH...? Ingin sekali iman ini istiqomah di jalanNya, berjihad untuk menegakkan agamaNya. berjuang dengan sepenuh jiwa dan raga. dengan air keringat yang bercucuran akan kutempuh indahnya Islam, Manisnya Iman serta Murninya Ikhlas hingga aku mencapai Ridho-Nya.
Istiqomah..konsisten.. berpegang teguh.. komitmen..
itulah ungkapan untuk kesuksesan hidup manusia di dunia juga diakhirat. istiqomah pada satu jalan yang lurus. istiqomah pada satu cinta yang tulus. serta istiqomah pada Iman dan Islam dalam satu keyakinan.
Wallahu A'lam.
Indahnya Islam.. Manisnya Iman.. Murninya ikhlas.. Jujurnya hati.. Tulusnya Cinta..
ada pada ke-ISTIQOMAH-an.
Rabu, 26 Desember 2012
Upacara Pembukaan LDKR @13 SMK Negeri 36 Jakarta
ROHIS @12 sbg Panitia LDKR @13 bertugas menjadi petugas upacara pembukaan acara Latihan Dasar Kepemimpinan Rohis (LDKR) Angkatan 13 untuk masa jabatan ROHIS 2012-2013 di SMK Negeri 36 Jakarta.
Berikut Susunan Kegiatan pada Saat Upacara Pembukaan LDKR @13:
1. Protokol oleh Ukhti Anita Paramita XI-TKJ.
2. Diawali dengan laporan pemimpin upacara oleh Akhi Ahmad Taufik XI-TAB kepada Pembina Upacara oleh Kak Miril Apriansyah XII-AP bahwa Upacara pembukaan acara LDKR @13 segera dilaksanakan.
3. Dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Akhi Ahmad Fahrizal XI-TKR1.
4. Kemudian Pembacaan Tata Tertib saat LDKR @13 berlangsung oleh Akhi Ichwan Muttaqien XI-TP2.
5. Dilanjutkan Pembukaan secara Resmi Oleh Waka.Bid Kesiswaan oleh Bapak Zaenal Hermiyanto,S.Pd
6. kemudian pembacaan do'a oleh Akhi Diki Darmawan XI-TP1.
7. Dan dilanjutkan Laporan pemimpin upacara oleh Akhi Ahmad Taufik XI-TAB kepada Pembina Upacara oleh Kak Miril Apriansyah XII-AP bahwa Upacara pembukaan LDKR @13 telah selesai dilaksanakan.
![]() |
| Pemimpin Upacara beserta Peserta Upacara Pembukaan LDKR @13 |
Alhamdulillah Upacara Pembukaan LDKR @13 telah selesai dilaksanakan, Nah kita ikuti cerita selengkapnya pada acara puncak LDKR @13-nya yoo. tunggu cerita terupdate selanjutnya.
^^ Salam Ukhuwah Fillah ^_^
Kamis, 11 Oktober 2012
LIFE IS CHOICE
Siang ini, di masjid kantor ada tausiyah sangat menarik, yakni tentang hidup adalah pilihan dengan pembicara felix (seorang alumi IPB sekaligus mualaf sejak umur 18 tahun), karena tema dan penyampaiannya sangat menarik maka saya memutuskan untuk tidak tidur siang tetapi fokus mendengarkan tausiyahnya. Berikut kesimpulan yang saya dapatkan dari tausiyah tadi siang ba’da sholat zuhur. Cara meramal masa depan hidup kita:
1. Hidup adalah pilihan, hidup kita sekarang adalah pilihan kita dimasa lalu dan hidup kita nanti ditentukan dari sekarang.Anda sekarang menjadi berhasil menjadi pengacara hebat karena dulu Anda memutuskan untuk belajar hukum dengan giat dan sekarang sukses, tapi jika Anda sekarang menjadi seorang tukang becak karena dulu Anda malas sekolah dan malas belajar.
2. Hidup adalah pilihan, dan hanya satu pilihan yang dapat dibuat dalam kehidupan (karena terlalu banyak pilihan membuat hidup semerawut, untuk itu jalani satu pilihan dan tekuni itu). Makdunya gini loh…jika Anda mempunyai 2 pilihan mau punya 1 iatri atau 2 istri?? memang disunahkan untuk memiliki lebih dari 1 orang istri tapi harus bisa berlaku adil. Dari pada ribet punya dua istri dan ga bisa berlaku adil mending urusin 1 istri saja yang bener, iya gak??
3. Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan mempunyai resiko, sudah memilih saja berisiko tapi klo tidak memilih bakalan berisiko juga kok, contohnya hidup menjadi orang baik atau hidup menjadi orang jahat? itu adalah pilihan tapi semuanya bakalan merasakan mati juga, tapi mendingan menjadi orang baik klo sudah mati bisa masuk sorga. Klo boleh ngsih contoh, lebih enak naik kendaraan apa ya? naik pesawat takut jatuh, naik kapal laut takut tenggelam, naik mobil takut ketabrak, mending jalan kaki ajah deh…eitss….jangan kira jalan kaki tidak beresiko loh ya…karena klo pejalan kaki itu resikonya ya ditabrak…jadi pilih yang mana??
4. Hidup adalah pilihan, mau jadi orang biasa atau menjadi orang istimewa??. Karena orang istimewa itu sedikit jumlahnya dibandingkan orang yang biasa, akan tetapi orang yang sedikit itu belum tentu menjadi orang bener tapi orang bener itu jumlahnya seidkit, maka hati2lah dalam bergaul. Klo boleh nanya, lebih susah mana masuk sorga atau masuk neraka??. Lebih susah masuk sorga lah (nenek juga tau ya kayanya), tapi klo menurut saya (pembicaranya) lebih susah masuk neraka karena klo mau ke surga yakni dengan sholat dimasjid ga perlu bayar alias gretongan tapi klo ke neraka yakni dugem di diskotek harus bayar.
Hidup manusia bagaikan nelayan di atas sampan yang berada di lautan lepas, ia bisa mengayuh sampannya ke kanan atau ke kiri dan ia bertanggung jawab sendiri atas pilihannya, begitu juga hidup manusia, hidup saya, hidup kita. Hidup adalah pilihan, anda menjadi seorang karyawan, pengusaha, kuli, adalah pilihan Anda. Anda mau jadi orang sukses tanpa kerja keras nothing karena sukses datang tidak dengan ujug ujug (ngarti kaga???, keluar dah bahasa daerahnya) maksudnya sukses itu tidak semudah membalikkan telapak tangan tapi butuh kerja keras, doa, pengorbanan, bahkan segenggam air mata.
Rabu, 10 Oktober 2012
ANAK ROHIS BUKAN TERORIS
http://www.berryhs.com/2012/09/metro-tv-ralat-berita-segera-anak-rohis.html
Metro TV Ralat Berita Segera !! Anak Rohis Bukan Teroris !!
^^ Aku anak ROHIS
selalu Optimis
dengan tampang manis
bukan sok narsis
Anti Anarkis
bukan teroris
walaupun kantung tipis
tetap aktivis ^_^
Insya Allah,
Aamiin.
Minggu, 07 Oktober 2012
REFRESHING ROHIS SMKN 36 JAKARTA @11
hsstt gak boleh ngeremehin tau,
yang harus dilihat itu kualitasnya loh, bukan kuantitasnya.
biar hanya ber-4, kalau soal ukhuwah Mantaabbb tuh :D
hihi,, di puji tuh ka, celibu dong . wkwkwk
gak deh Lillahi Ta'ala aja ^_^
Ahayde
ko cuma ber-4 sih ?
biasa, aktivis itu sibuk gitu,, untuk refreshing lain waktu aja deh :D
tapi tetap tidak memecahkan ukhuwah mereka loh, masih tetap Mantaapp dah ^_^
REFRESHING ROHIS SMKN 36 JAKARTA @13
Nah, kalau yang ini
insya Allah mereka akan menjadi ROHIS SMKN 36 JAKARTA Angkatan 13 nih, Aamiin ^_^
Lihat deh, mereka ini belum di LKDR loh, tapi sudah mempunyai ukhuwah yang wah loh, uups siapa dulu yang membimbing, kan Angkatan 12 juga :D zzz gak boleh sombong tau :P hehe
okeh deh pokoknya jaga terus dan tingkatkan yah ukhuwah kalian ^_^
insya Allah mereka akan menjadi ROHIS SMKN 36 JAKARTA Angkatan 13 nih, Aamiin ^_^
Lihat deh, mereka ini belum di LKDR loh, tapi sudah mempunyai ukhuwah yang wah loh, uups siapa dulu yang membimbing, kan Angkatan 12 juga :D zzz gak boleh sombong tau :P hehe
okeh deh pokoknya jaga terus dan tingkatkan yah ukhuwah kalian ^_^
REFRESHING ROHIS SMKN 36 JAKARTA @12
Nah ini dia Ikhwan Akhwat ROHIS SMKN 36 JAKARTA Angkatan 12,,
merekalah yang istiqomah sampai saat ini, semoga istiqomah sampai akhir hayat nanti yah, Aamiin ^_^
bantu do'a dong :D
merekalah yang istiqomah sampai saat ini, semoga istiqomah sampai akhir hayat nanti yah, Aamiin ^_^
bantu do'a dong :D
ROHIS FAMILY REFRESHING AT ANCOL
Subhaanallah nih sesuatu,,
Refreshing setelah Acara Silahturahim bersama Iqro Club di Ancol 29 sept 2012.
gimana ?? keren kan ??
pasti dong, apalagi dengan ukhuwah yang the best power dah :D
keistimewaan ROHIS SMKN 36 JAKARTA ada di ukhuwah mereka loh,,
untuk kebersamaan jangan tanya deh, TOP BGT gitu ^_^
Insya Allah Ahlul Jannah, Aamiin ^_^
Refreshing setelah Acara Silahturahim bersama Iqro Club di Ancol 29 sept 2012.
gimana ?? keren kan ??
pasti dong, apalagi dengan ukhuwah yang the best power dah :D
keistimewaan ROHIS SMKN 36 JAKARTA ada di ukhuwah mereka loh,,
untuk kebersamaan jangan tanya deh, TOP BGT gitu ^_^
Insya Allah Ahlul Jannah, Aamiin ^_^
ALUMNI ROHIS SMKN 36 JAKARTA
Ciee Reunian nih :D
Alumni ROHIS SMKN 36 Jakarta bersama Drs. H. Moh Tuan Ts.
Alhamdulillah deh sesuatu ^_^
disini terdapat Ketua ROHIS dan Ketua OSIS pada masanya yah,, sekarang mah sudah sukses mereka. Alhamdulillah, tau gak kesuksesan ini atas bimbingan sanga guru loh, terutama yang didalam photo ini yang termuda tuh, hehe . pak Tuan ini adalah seorang guru kesiswaan yang is the best deh,, menjunjung tinggi ISLAM loh, beda dengan yang lain deh pokoknya ..
selama Pak Tuan menjabat di SMKN 36 JAKARTA, wah istimewa tuh yang namanya Masjid Al-Istiqomah ramai dah diisi oleh Siswa/i dengan kegiatan bermanfaat pastinya untuk meraih Ridho Allah SWT.
tapi sekarang yah gitu deh, pak Tuannya sudah pensiun, ukh sedih deh :'(
dengan semangat Pak Tuan yang masih terasa di suasana sekolah, kami ROHIS SMKN 36 JAKARTA akan berusaha untuk meningkatkan akhlakul karimah serta contoh teladan bagi teman-teman kami,, Pak Tuan We Miss you ..
Pak Tuan, Kaka Alumni mereka semua ini adalah guru kami yang memberikan pengalaman besar kepada kami tentang perjuangan di jalan Allah SWT.
JIHAD FII SABILILLAH, Sahabat ^_^
keep istiqomah yoo bersama ROHIS 36, okeh !
Alumni ROHIS SMKN 36 Jakarta bersama Drs. H. Moh Tuan Ts.
Alhamdulillah deh sesuatu ^_^
disini terdapat Ketua ROHIS dan Ketua OSIS pada masanya yah,, sekarang mah sudah sukses mereka. Alhamdulillah, tau gak kesuksesan ini atas bimbingan sanga guru loh, terutama yang didalam photo ini yang termuda tuh, hehe . pak Tuan ini adalah seorang guru kesiswaan yang is the best deh,, menjunjung tinggi ISLAM loh, beda dengan yang lain deh pokoknya ..
selama Pak Tuan menjabat di SMKN 36 JAKARTA, wah istimewa tuh yang namanya Masjid Al-Istiqomah ramai dah diisi oleh Siswa/i dengan kegiatan bermanfaat pastinya untuk meraih Ridho Allah SWT.
tapi sekarang yah gitu deh, pak Tuannya sudah pensiun, ukh sedih deh :'(
dengan semangat Pak Tuan yang masih terasa di suasana sekolah, kami ROHIS SMKN 36 JAKARTA akan berusaha untuk meningkatkan akhlakul karimah serta contoh teladan bagi teman-teman kami,, Pak Tuan We Miss you ..
Pak Tuan, Kaka Alumni mereka semua ini adalah guru kami yang memberikan pengalaman besar kepada kami tentang perjuangan di jalan Allah SWT.
JIHAD FII SABILILLAH, Sahabat ^_^
keep istiqomah yoo bersama ROHIS 36, okeh !
Nasyid Accapella ROHIS SMKN 36 JAKARTA @11
Nasyid SEVO Memeriahkan Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H
di SMKN 36 Jakarta
dengan nama SEVO yang berarti Seven Voice yaitu 7 Suara, grup Nasyid Accapella ini beranggotakan :
1. Rizki Darmawan TAB
2. Dian TAB
3. Basuki Sudirman TAB
4. Aan Fadillah TKR
5. Samsi TKR
6. Fuad Amin TKJ
7. Miril Apriansyah AP
loh ko cuma ada 6 orang ?? katanya 7 suara ??
iyah maklum aktivis muda dan pelajar pula jadi masih harus menyelesaikan praktek study-nya,, kan teladan :D
yang satu ini masih berada dilampung untuk tugas prakerinnya ,, walau kurang 1 orang namun tidak membuat kekompakan sera harmonisasi suara menjadi kacau atau sulit,, inilah hebatnya SEVO yang mempunyai bakat terlihat dan prestasi yang unggul di ROHIS SMKN 36 JAKARTA ini,, Alhamdulillah membawa harum Nasyid 36 ^_^
keren kan ..!!
kunjungi lagi yah blog ROHIS 36.
di SMKN 36 Jakarta
dengan nama SEVO yang berarti Seven Voice yaitu 7 Suara, grup Nasyid Accapella ini beranggotakan :
1. Rizki Darmawan TAB
2. Dian TAB
3. Basuki Sudirman TAB
4. Aan Fadillah TKR
5. Samsi TKR
6. Fuad Amin TKJ
7. Miril Apriansyah AP
loh ko cuma ada 6 orang ?? katanya 7 suara ??
iyah maklum aktivis muda dan pelajar pula jadi masih harus menyelesaikan praktek study-nya,, kan teladan :D
yang satu ini masih berada dilampung untuk tugas prakerinnya ,, walau kurang 1 orang namun tidak membuat kekompakan sera harmonisasi suara menjadi kacau atau sulit,, inilah hebatnya SEVO yang mempunyai bakat terlihat dan prestasi yang unggul di ROHIS SMKN 36 JAKARTA ini,, Alhamdulillah membawa harum Nasyid 36 ^_^
keren kan ..!!
kunjungi lagi yah blog ROHIS 36.
SEMINAR KEPUTRIAN ROHIS SMKN 36 JAKARTA @12
Sahabat ROHIS,,
ROHIS 36 @12 Present ..
Seminar Keputrian dengan Tema ISTIQOMAH yang bermakna Islam Sebagai Tauladan Iman, Qomitmen Seorang Muslimah ini, diadakan dengan kepanitian Akhwat ROHIS SMKN 36 JAKARTA Angkatan 12 yang luar biasa ini, dengan Kepanitiaan hanya 9 orang Akhwat Shalihah, Alhamdulillah dapat mencapai hasil yang memuaskan pada seminar keputrian ini.
Kepanitiaan 9 orang Akhwat ini terdapat grup Nasyid Accapella yang memberikan Nama untuk Nasyidnya yaitu AL-AKHWAT yang beranggotakan 6 orang Akhwat, diantaranya:
1. Anita Paramita TKJ
2. Anisya Lestari TKJ
3. Dwi Oktaviani TKJ
4. Yulia Maulidina TKJ
5. Suti Anggraini AP
6. Syifa Fauziah TKPI
dapat membawa suasana pada seminar yang dihadiri oleh keputrian sekolah sekitar kurang lebih 15 sekolah SMA/K sederajat di Jakarta Utara.
okeh deh, sekian nih..
lebih lanjut buka blog ROHIS 36 aja yah ^_^
ROHIS 36 @12 Present ..
Seminar Keputrian dengan Tema ISTIQOMAH yang bermakna Islam Sebagai Tauladan Iman, Qomitmen Seorang Muslimah ini, diadakan dengan kepanitian Akhwat ROHIS SMKN 36 JAKARTA Angkatan 12 yang luar biasa ini, dengan Kepanitiaan hanya 9 orang Akhwat Shalihah, Alhamdulillah dapat mencapai hasil yang memuaskan pada seminar keputrian ini.
Kepanitiaan 9 orang Akhwat ini terdapat grup Nasyid Accapella yang memberikan Nama untuk Nasyidnya yaitu AL-AKHWAT yang beranggotakan 6 orang Akhwat, diantaranya:
1. Anita Paramita TKJ
2. Anisya Lestari TKJ
3. Dwi Oktaviani TKJ
4. Yulia Maulidina TKJ
5. Suti Anggraini AP
6. Syifa Fauziah TKPI
dapat membawa suasana pada seminar yang dihadiri oleh keputrian sekolah sekitar kurang lebih 15 sekolah SMA/K sederajat di Jakarta Utara.
okeh deh, sekian nih..
lebih lanjut buka blog ROHIS 36 aja yah ^_^
Senin, 24 September 2012
Adab-adab Belajar
A. Adab Belajar
Belajar sama dengan menuntut ilmu.
Menuntut ilmu dianjurkan bagi setiap muslim.
baik yang laki-laki maupun perempuan.
Imam Syafi’i berkata :
“Menuntut Ilmu itu lebih utama daripada salat sunnah.”
Keutamaan belajar / menuntut ilmu banyak sekali.
Belajar sama dengan ibadah.
Orang yang belajar akan mendapatkan pahala.
Anak yang rajin belajar akan menjadi pandai.
Sebaliknya anak yang malas belajar akan menjadi bodoh.
Belajar sebaiknya dimulai sejak dini.
Seperti kata pepatah :
Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu.
Belajar diwaktu dewasa bagai mengukir diatas air.
Artinya jika masih muda kita akan mudah menyerap pelajaran.
Sedangkan jika sudah tua akan sulit untuk memahami pelajaran.
Seeorang pelajar harus memperhatikan adab-adab belajar.
Agar ilmu yang dituntutnya bermanfaat.
Serta mendapat ridha Allah.
Berikut ini adab belajar disekolah dan dirumah.
1. Adab Belajar disekolah
a. Mempunyai niat
Setiap perbuatan tergantung kepada niatnya.
Apabila kita berniat baik hasilnya juga baik.
Sebaliknya jika kita berniat jelek maka hasilnyapun jelek.
Sesuai sabda Nabi Muhammad saw.
عَنْ اَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ عُمَرُ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالََ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى.
Artinya : “Dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra. berkata : saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai apa yang diniatkannya.”
Seorang belajar harus mempunyai niat untuk belajar.
Karena jika tidak pikirannya akan bercabang.
Misalnya selalu ingin cepat pulang.
Atau selalu ingin bermain dan jajan.
b. Memberi salam kepada guru
Ketika datang kesekolah siswa memberi salam kepada guru.
Bersalaman dengan mencium tangan sebagai tanda penghormatan.
c. Membaca doa sebelum belajar
Sebelum belajar hendaklah membaca doa.
mulailah dengan membaca basmalah.
Kemudian membaca doa sebelum belajar.
Yang berbunyi :
رَبِّ زِدْنِى عِلْمًا نَافِعًا وَارْزُقْنِى فَهْمًا وَسِعًا
Artinya : “Wahai Allah Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat dan berilah aku kefahaman yang luas.”
d. Bersikap sopan terhadap guru
Guru adalah orang yang memberikan ilmu kepada kita.
Kita harus menghormati guru.
Berkata kepada guru tidak boleh dengan suara yang keras.
Apalagi sampai membentak-bentak guru.
Jika ada pertanyaan yang kurang jelas.
Bertanyalah dengan sopan kepada guru.
Kita juga tidak boleh duduk dikursi guru.
Duduklah dengan rapi dikursi masing-masing.
Jika suasana kelas tertib maka kegiatan belajar menjadi lancar.
e. Membaca doa sesudah belajar
Setelah belajar jangan lupa membaca doa.
Doa setelah belajar adalah :
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ اِلَيْهِ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَلَمِيْنَ
Artinya : “Ya Allah sesungguhnya aku menitipkan kepadamu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah kepadaku pada waktu akau membutuhkannya, dan janganlah Engkau jadikan aku lupa padanya wahai Tuhan semesta alam.”
2. Adab Belajar dirumah
Belajar tidak hanya disekolah.
Dirumah pun kita harus belajar.
Yaitu mengulang kembali pelajaran yang kita dapat disekolah.
Agar ilmu yang kita dapat disekolah tidak cepat hilang.
Atau mempelajari pelajaran yang akan diajarkan.
Adapun adab belajar dirumah adalah :
a. Belajar ditempat yang sesuai
Belajar yang baik adalah ditempat yang tenang.
Belajar sebaiknya jangan didepan televisi.
Agar konsentrasi tidak terganggu.
b. Membaca doa sebelum dan sesudah belajar.
c. Merapikan buku dan alat tulis
Biasakanlah merapikan alat tulismu sesudah belajar.
Letakkan ditempatnya semula.
Agar esok mudah mencarinya.
d. Menyiapkan buku untuk pelajaran esok hari
Adab Mengaji
Mengaji biasanya berarti membaca al-Qur’an.
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam.
Allah menurunkan Al-Qur’an kepada nabi Muhammad saw.
Melalui perantaraan malaikat Jibril.
Seluruh ayat al-Qur’an adalah wahyu Allah.
Bukan buatan manusia.
Sehingga al-Qur’an selalu terjaga kemurniannya.
Al-Qur’an berisi pedoman hidup bagi manusia.
Umat Islam wajib mempelajari al-Qur’an.
Tidak hanya mempelajari tetapi juga mengamalkannya.
Membaca al-Qur’an termasuk ibadah.
Karena al-Qur’an adalah kitab yang agung.
Maka untuk membacanya ada adab-adab tertentu.
Adab mengaji antara lain :
- Berwudu dahulu
- Memakai pakaian yang bersih dan suci
- Membawa al-Qur’an dengan sopan
- Menghadap kiblat
- Tidak tergesa-gesa
Sesuaikanlah dengan bacaan tajwidnya.
Sebagaimana firman Allah swt. dalam surat al-Muzammil ayat 4 :
Artinya : “Atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”
- Membaca ta’awuz dan basmalah
- Membaca doa sebelum mengaji
Doa sebelum mengaji adalah :
اَللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَىَّ حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَىَّ رَحْمَتَكَ مِنْ خَزَائِنِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Artinya : “Ya Allah bukakanlah hikmah-Mu dan taburkanlah kepada kami rahmat dari khazanah-Mu Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.”
- Selesai mengaji membaca :
صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ
Artinya : “Maha benar Allah yang maha agung.”
Adab Bermain
Bermain boleh kita lakukan.
Asalkan tidak mengganggu waktu belajar.
Bermain berguna untuk menyegarkan pikiran.
tetapi jangan sampai terlena.
Bermain jangan terlalu lama.
Apalagi sampai melupakan ibadah dan belajar.
Karena akan merugikan diri sendiri.
Misalnya PR menjadi terbengkalai.
Atau kita bisa mendapat dosa karena meninggalkan salat.
Bermain ada adabnya.
Adab bermain antara lain :
a. Memperhatikan waktu
Carilah waktu yang tepat untuk bermain.
Jangan sampai terlalu lelah bermain.
Sehingga melupakan belajar.
b. Harus jujur
Islam melarang kita untuk berbuat curang.
Anak yang curang tidak akan punya teman.
Perbuatan curang akan mendapatkan dosa.
c. Tidak menggangu orang lain
Bermain boleh dilakukan disekitarmu.
Tetapi bermainlah dengan tertib.
Misalnya tidak bermain dijalan raya.
Karena akan mengganggu pengemudi kendaraan.
Dan membahayakan diri kita sendiri.
Bermain juga jangan terlalu berisik.
Karena akan mengganggu orang yang sakit atau tidur.
Bermain jangan sampai mengganggu orang lain.
d. Tidak boleh bertengkar / bermusuhan
Sesama teman harus saling menyayangi.
Ketika kita kalah dalam permainan.
Kita tidak boleh marah pada teman kita.
Apalagi sampai membuat celaka teman kita.
Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam bermain.
Kita tidak boleh egois.
Tidak perlu mengejek teman yang kalah.
Apalagi sampai menyinggung perasaannya.
Kamis, 13 September 2012
8 kiat mempererat ukhuwah
dakwatuna.com – Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) bukanlah teori. Ini adalah ajaran praktis yang bisa kita lakukan dalam keseharian. Karena itu, nikmatnya ukhuwah tidak akan bisa kita kecap, kecuali dengan mempraktikannya.
Jika delapan cara di bawah ini dilakukan, Anda akan merasakan ikatan ukhuwah Anda dengan saudara-saudara seiman Anda semakin kokoh.
1. Katakan bahwa Anda mencintai saudara Anda
عَنِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ: إِِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أََنَّهُ يُحِبُّهُ
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits shahih)
عَنْ اَنَسٍ: اَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ فَمَرَّ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلُ اللهِ اِنّي لأحِبُّ هَذَا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ أَعْلَمْتَهُ؟ قَالَ: لا، قَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: أعْلِمْهُ فَلَحِقَهُ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّكَ فِى اللهِ فَقَالَ: أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِى لَهُ
Anas r.a. mengatakan bahwa seseorang berada di sisi Rasulullah saw., lalu salah seorang sahabat melewatinya. Orang yang berada di sisi Rasulullah tersebut mengatakan, “Aku mencintai dia, ya Rasulullah.” Lalu Nabi bersabda, “Apakah kamu sudah memberitahukan dia?” Orang itu menjawab, “Belum.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Beritahukan kepadanya.” Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Kemudian orang yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” (Abu Dawud, dengan sanad shahih)
Jadi, jangan tunda lagi. Katakan cinta kepada orang yang Anda cintai.
2. Minta didoakan dari jauh saat berpisah
عَنْ عُمَرَبْنِ الْخَطَابِ قَالَ: اِسْتَأْذِنْتُ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ فِى الْعُمْرَةِ فَأَذِنَ لِي فَقَالَ: لاَ تَنْسَنَا يَا اُخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ فَقَالَ: كَلِمَةً مَا يَسُرُّنِى أَنَّ لِى بِِهَا الدُّنْيَا، وَفِى رِوَايَةٍ قَالَ: أَشْرِكْنَا يَا أُجَيَّ فِى دُعَائِكَ
Umaق bin Khaththab berkata, “Aku minta izin kepada Nabi Muhammad saw. untuk melaksanakan umrah, lalu Rasulullah saw. mengizinkanku.” Beliau bersabda, “Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu.” Kemudian ia mengatakan satu kalimat yang menggembirakanku bahwa aku mempunyai keberuntungan dengan kalimat itu di dunia. Dalam satu riwayat, beliau bersabda, “Sertakan kami dalam diamu, wahai saudaraku.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits hasan shahih)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ لِأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ : وَلَكَ بِمِثْلٍ
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang hamba mukmin yang berdoa untuk saudaranya dari kejauhan malainkan malaikat berkata, ‘Dan bagimu seperti itu’.” (Muslim)
3. Bila berjumpa, tunjukkan wajah gembira dan senyuman
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُفِ شَيْئاً وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ
Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (Muslim)
4. Berjabat tangan dengan erat dan hangat
Berjabat tanganlah acapkali bertemu. Sebab, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada dua orang muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (Abu Dawud)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمِيْنَ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا
5. Sering-seringlah berkunjung
Nabi Muhammad saw. bersabda, “Allah swt. berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberli karena Aku’.” (Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)
6. Ucapkan selamat saat saudara Anda mendapat kesuksesan
عَنْ اَنَسٍ بن مالك قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ لَقِيَ أَجَاهُ بِمَا يُحِبُّ لِيَسُرَّهُ ذَالِكَ سَرَّةُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Anas bin Malik berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa bertemu saudaranya dengan membawa sesuatu yang dapat menggembirakannya, pasti Allah akan menggembirakannya pada hari kiamat.” (Thabrani dalam Mu’jam Shagir)
Jadilah Anda orang yang paling pertama mengucapkan selamat kala saudara Anda menikah, mendapat anak, menempati rumah baru, pergi haji, naik jabatan, dan lain-lain.
7. Berilah hadiah terutama di waktu-waktu istimewa
عَلَيْكُمْ بِالْهَدَايَا فَإِنَّهَا تُوْرِثُ الْمَوَدَّةَ وَتُذْهِبُ الضَّغَائِنَ
Hadits marfu’ dari Anas bahwa, “Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati.” (Thabrani)
عَنْ عَائِشَةَ: تَهَادَوْا تَحَابُّوْا
Thabrani juga meriwayatkan hadits marfu’ dari Aisyah r.a. bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”
8. Berilah perhatian dan bantu keperluan Saudara Anda
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ.
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (Muslim)
Karena itu, jadikan diri Anda orang yang paling dahulu membantu kala saudara Anda membutuhkan.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/05/679/8-kiat-mempererat-ukhuwah/#ixzz26PephlfZ
10 karakter muslim yang tangguh
Seorang Muslim yang tangguh hendak memiliki beberapa kualifikasi dari karakter-karakter utama berikut ini :
1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.
2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)
Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)
Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS. 68:4).
4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS 2:219)
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.
Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS 39:9)
6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)
7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.
Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.
9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.
10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
Nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.
Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).
Semoga Allah Al Hadi memberikan hidayah dan petunjuknya, agar kita dapat menjadi pribadi muslim tangguh sebagiamana yang kita impikan bersama. Amin Ya Allah.
1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.
2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)
Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)
Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS. 68:4).
4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS 2:219)
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.
Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS 39:9)
6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)
7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.
Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.
9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.
10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
Nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.
Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).
Semoga Allah Al Hadi memberikan hidayah dan petunjuknya, agar kita dapat menjadi pribadi muslim tangguh sebagiamana yang kita impikan bersama. Amin Ya Allah.
Sepuluh Akhlak Yang Harus Dimiliki Muslim/Muslimah
sumber: Kafemuslimah.com
Akhlak : Dalam bahasa, akhlak (budi pekerti) berarti kebiasaan atau watak. Secara terminologi, akhlak berarti kebiasaan, tabiat, atau watak di dalam diri yang menjadi sumber terjadinya perbuatan, tanpa unsur rekayasa ataupun reka-reka. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa akhlak adalah tindakan tanpa rekayasa.
Sepuluh Akhlak Muslim/Muslimah :
(1). Tidak menyakiti orang lain. “Orang Muslim adalah orang yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari (keusilan) lidah dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah atas dirinya” H.R. Al-Bukhari dari Abdullah bin Amru. Hadis tersebut menyatakan bahwa Muslim terbaik adalah Muslim yang menunaikan hak-hak kaum Muslimim lainnya dalam menjalankan hak-hak Allah, artinya orang Muslim harus mencegah diri dari menyakiti orang lain. Penyebutan lidah dan tangan adalah manifestasi cara menyakiti orang lain, baik secara verbal maupun fisik. Balas menyakiti orang yang menyakiti kita sebenarnya tidak menjadi masalah, tetapi yang lebih afdal adalah bersabar dan mengharapkan pahala di sisi Allah (Q.S. Al-Ahzaab 58). Manifestasi perilaku tidak menyakiti orang lain adalh dengan :
• Tidak menyakiti tetangga ; pesan berinteraksi secara baik dengan tetangga gencar disampaikan melalui peringatan bahwa tetangga adalah salah satu pintu masuk surga dan bahwasanay mereka kelak menjadi saksi kita di akhirat
• Menjaga mulut Ldah kelak menjadi cambuk siksaan di hari kiamat. Menjaga lidah adalah jalan menuju keselamatan. Semakin banyak berbicara akan semakin banyak tersilap. Oleh karena itu, berpikirlah sebelum berbicara dan jangan berbohong, berkata kasar, ghibah, mengejek, dll.
• Tidak menyakiti anak-anak Hindari mengejek dan meremehkan anak-anak, pilih kasih dalam memperlakukan mereka, atau mendoakan mereka celaka.
(2). Menyingkirkan benda menyakitkan dari jalan. “Iman itu ada tujuh puluh sekian atau enam pulih sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallaah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan benda dari jalanan dan malu termasuk cabang keimanan.” H.R.Muslim dari Abu Hurairah r.a. Mneyingkirkan benda yang menyakitkan dari jalan adalah salah satu bentuk manifestasi dzikir yang bisa menjauhkan manusia dari api neraka.
(3). Malu. Malu adalah perhiasan wanita yang paling indah dan elok, bahkan merupakan sebagian dari iman dan Nabi SAW sendiri pun terkenal sangat pemalu. Hal ini karena malu menganjurkan kebaikan dan menghindarkan keburukan. Malu mencegah kealpaan untuk bersyukur kepada yang memberi nikmat dan mencegah kelalaian menunaikan hak orang yang memiliki hak. Disamping itu, malu juga mencegah berbuat/berkata kotor demi menghindari celaan dan kecaman. Malu adalah rasa yang membuat seorang mukmin urung melakukan maksiat karena perasaan serba salah jika sampai dilihat oleh Allah. Malu yang berlebihan adalah rasa sungkan yang justru merupakan kelemahan ental dan sering menimbulkan banyak masalah. Sikap keterlaluan perempuan dalam tertutup dan mengurung diri dari pergaulan dengan laki-laki bukanlah rasa malu, melainkan lebih merupakan faktor kesungkanan. Kewajiban dalam rasa malu ada empat:
• Berpakaian menutup aurat
• Memandang menahan pandangan matanya
• Berbicara tidak bergaya centil dan manja ketika berbicara.
• Pergaulan tidak berdesakan dengan lelaki
(4). Santun berbicara. “Sesungguhnya seseorang mengatakan satu patah kata yang ia pandang tidak ada masalah. Padahal, sepatah kata itu enyebabkan ia harus mendekam di neraka selama tujuh puluh tahun.” (H.R. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah r.a) Kesantunan berbicara dimanifestasikan dalam tiga hal :
• Berbicara pelan jangan mengeraskan suara diatas volume yang dibutuhkan pendengar karena hal itu tidak sopan dan menyakitkan. Wanita yang bersuara keras menunjukkan ia belum terdidik sempurna dan masih membutuhkan evaluasi panjang dengan dirinya sendiri.
• Memperhatikan pembicaraan lawan bicara dan tidak menjatuhkan harga dirinya hal ini dapat dicapai dengan tersenyum, berbicara sesuatu yang menjadi perhatian/kesenangan lawan bicara, dan simak lawan bicara dengan penuh perhatian.
• Tidak memotong pembicaraan
(5). Jangan berbohong. “Tidak beriman seorang hamba dengan keimanan yang sepenuhnya sampai ia meninggalkan bohong meski dalam bercanda dan meninggalkan perdebatan meskipun dalam posisi benar” (H.R. Ahmad dari Abu Hurairah r.a. ) Iman dan kebohongan tidak bisa menyatu dalam hati seorang mukmin. Kebohongan akan mengarah kepada kemunafikan. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang bersisian. Tidak ada yang bernama bohong putih atau bohong hitam, kebohongan kecil tetaplah ditulis sebagai kebohongan. Sikap seperti membanggakan diri, bercanda, dan berkelakar juga dapat menjerumuskan kepada kebohongan. Bentuk kebohongan terbesar terhadap Allah adalah kebohongan dalam berniat, berjanji, dan beramal. Bohong yang diperbolehkan adalah bohong untuk mendamaikan dua orang yang bersiteru, bohong dalam perang, dan bohong untuk menyenangkan suami/istri.
(6). Tinggalkan perdebatan. “Sesungguhnya tadi aku keluar untuk memberitahukan kepada kalian tentang Lailatul Qadar, namun di tengah jalan si Fulan dan Fulan sedang bertengkar mulut, maka dihapuskanlah (pengetahuan tentang itu). Semoga (penghapusan) ini lebih baik bagi Anda sekalian. Telisiklah ia pada malam ketujuh, kesembilan, dan kelima (terakhir bulan Ramadhan)” (H.R. Al-Bukhari dari Ubadah bin Ash-Shamit) Rasulullah hendak memberikan kabar gembira mengenai waktu turunnya lailatul qadr secara pasti, tetapi pengetahuan tentang ini dilupakan darinya karena mendengar perdebatan. Berdebat tidak baik karena ia membuka kesempatan kepada syaitan untuk turut melakukan provokasi didalamnya. Debat dapat memunculkan fitnah, keraguan, menghapuskan amalan, mengeraskan hati, melahirkan dendam, dll. Arena yang paling disukai setan adalah permusuhan dimana tiap pihak berusaha untuk menunjukkan aib pihak lain dan menyucikan dirinya sendiri, dan debat dijadikan saran untuk memperoleh kemenangan semu. Dengan meninggalkna debat, itu adalah bukti kepercayaan kepada diri sendiri, keimanan pada manhaj, dan keyakinan kepada Allah SWT. Debat yang diperbolehkan adalah dengan menggunakan argumentasi yang lebih baik dan santun. Bertahan dengan cara yang baik dengan berdiskusi dan memaparkan argumentasi secara santun, sembari meminta maaf dan memaafkan kesalahan ucap.
(7). Jangan bakhil (pelit). Predikat paling buruk yang disandang oleh wanita muslimah adalah jika ia disebut wanita bakhil/pelit. Orang bakhil yang paling bakhil dapat dibagi tiga :
• Orang yang bakhil dengan dunia di jala akhirat.
• Orang yang bakhil pada dirinya sendiri dengan dalih zuhud meninggalkan keduniaan.
• Orang yang mendengar nama Nabi SAW disebut dihadapannya namun ia tidak bershalawat. Salah satu makar orang bakhil adalah memeluk erat-erat uangnya semasa hidup, namun begitu diambang kematian ia lantas membagi-bagikan apa yang dimilikinya kepada ahli waris.
Berikut manifestasi yang mengekspresikan sifat tidak bakhil :
• Mengeluarkan zakat wajib.
• Memberikan shadaqah.
• Menyuguhi tamu.
• Memberikan hadiah. Satu lagi menifestasi bakhil dalam kehidupan rumah tangga ialah bakhil dengan tidak melontarkan kata-kata manis dan perasaan-perasaan mulia, khususnya dengan suami.
(8). Tepiskanlah rasa dengki. Surga yang luas disediakan khusus untuk orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia. (Ali Imran 133-134). Abu Hamid Al-Ghazali mengatakan dalah Ihya Ulumuddin bahwa, “Marah bertempat di hati. Kemarahan yang hebat berarti mendidihnya darah di dalam hati menuntut pembalasan yang merupakan makanan marah dan syahwatnya, dan ia tidak akan tenang kecuali dengan penuntasannya.” Dengki didefenisikan sebagai memendam permusuhan di dalam hati dan menunggu-nunggu kesempatan pemuasannya. Muncul ketika merasa muak dan jengkel terhadap seseorang. Dengki akan melahirkan 8 buah kezaliman terhadap orang lain :
• Hasud
• Mencaci maki saat terjadi bala cobaan
• Mendiamkan
• Melecehkan, berpaling, menjauh
• Ghibah
• Mengolok-olok
• Menyakiti fisik
• Menahan kucuran kemurahan (pemberian dan silaturrahim) Jika orang shahih jengkel, maka berbuat adil.
Jika orang budiman jegkel, maka mereka bertindak mulia. Jika orang naif jengkel, mereka bertindak semena-mena. Untuk mencapai status Ash-Shiddiiqiin (orang-orang budiman) maka ada tiga tangga yang harus dilalui, yaitu :
• Menahan amarah
• Memaafkan kesalahn manusia
• Berbuat baik kepada orang yang memusuhi
(9). Dilarang iri/hasud. Hasud adalah reaksi jiwa dan oenyakit hati yang menganggap nikmat Allah yang diterima seesorang terlalu banyak untuknya sembari mengangan-angankan raibnya kenikmatan tersebut dari mereka. Faktor penyebab diantaranya : • Permusuhan, kebencian, kemarahan, kedengkian.
• Takabur dan arogan
• Kegearan pada dunia
• Ambisi kekuasaan
• Kebusukan jiwa dan kekerdilan dari kebaikan Hasud adalah senjata makan tuan yang menghasilkan mudarat dunia dan keagamaan.
Orang yang dihasudi justru berada diatas angin sebab ia memperoleh beragam keuntungan dengan kehasudan orang yang menghasudinya, di dunia maupun di akhirat. Obat penyembuh hasud adalah ilmu dan amal. Ilmu : orang alim adalah orang yang tidak hasud pada orang yang lebih tinggi dan tidak melecehkan orang lebih rendah (tingkat keilmuannya). Amal : dengan amal proses pengurungan hasud bisa berjalan dengan sempurna.
(10). Pantang terpedaya (Ghurur) Ghurur adalah bentuk kelalaian dan keterpedayaan dan merupakan predikat yang menempel pada setiap penipu. Ghurur memiliki tiga sumber utama :
• Tertipu oleh angan kehidupan dunia –> merasa Allah memberinya kehidupan dunia yang melebihi orang lain dan beranggapan karunia tersebut sebagai kelebihan, bukan sebagai kemurahan, dan mungkin mengandung ujian dan cobaan apakah ia bersyukur atau malah kufur.
• Tertipu oleh janji setan –> setan senantiasa memberi bisikan yang membesarkan dirinya sehingga tidak lagi peduli pada dosa besar dan kecil.
• Tertipu oleh angan ampunan Allah –> Allah mencela kalangan ahlul kitab, orang munafik, dan pemaksiat atas ilusi dan keterpedayaan mereka o Ilusi ahlul kitab –> bahwa dengan kekuatan yang dimiliki, mereka bisa mengalahkan Allah. o Ilusi orang munafik –> mereka berpikir bahwa di akhirat kelak mereka bisa mengatakan hal yang sama yang pernah mereka katakan kepada kaum mukminin sewaktu di dunia, bahwa mereka bersama-sama kaum mukminin.
Manifestasi ghurur cukup beragam, diantaranya :
• Meremehkan amalan-amalan ringan
• Mencemooh kaum papa dan fakir miskin, enggan bergaul dengan mereka.
Untuk mengatasinya, letakkanlah gumpalan pahala di depan mata Anda ketika melakukan amalan-amalan sepele dan ringan.
Langganan:
Postingan (Atom)
























