Kamis, 19 Januari 2012

Belajar dan Mengenal IP adress

Internet Protocol (IP) address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya. Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia menggunakan notasi, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6). Peran alamat IP adalah sebagai berikut: "Sebuah nama menunjukkan apa yang kita mencari. Sebuah alamat menunjukkan di mana ia berada. Sebuah route menunjukkan bagaimana menuju ke sana."
Perancang awal dari TCP/IP menetapkan sebuah alamat IP sebagai nomor 32-bit, dan sistem ini, yang kini bernama Internet Protocol Version 4 (IPv4), masih digunakan hari ini. Namun, karena pertumbuhan yang besar dari Internet dan penipisan yang terjadi pada alamat IP, dikembangkan sistem baru (IPv6), menggunakan 128 bit untuk alamat, dikembangkan pada tahun 1995 dan terakhir oleh standar RFC 2460 pada tahun 1998.
Internet Protocol juga memiliki tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing. Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang ditambahkan ke alamat IP, misalnya, 208.77.188.166/24.
Dengan pengembangan jaringan pribadi / private network, alamat IPv4 menjadi kekurangan, sekelompok alamat IP private dikhususkan oleh RFC 1918. Alamat IP private ini dapat digunakan oleh siapa saja di jaringan pribadi / private network. Mereka sering digunakan dengan Network Address Translation (NAT) untuk menyambung ke Internet umum global.
Internet Assigned Numbers Authority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP global. IANA bekerja bekerja sama dengan lima Regional Internet Registry (RIR) mengalokasikan blok alamat IP lokal ke Internet Registries (penyedia layanan Internet) dan lembaga lainnya. 

PEMBAGIAN IP ADDRESS KELAS ( A, B, C )



Pembagian IP address kelas A,B,C

IP Address adalah nomor unik yang ada pada computer yang bisa berguna untuk menghubungkan banyak computer dalam jaringan sehingga juga dapat bertukar data maupun fasilitas yang deimiliki antar Komputer tersebut….
hemmm. Nomor ini bersifat unik karena setiap Komputer memiliki TCP/IP yang berbeda-beda .
IP Address merupakan konsekuensi dari penerapan Internet Protocol untuk mengintegrasikan jaringan komputer Internet di dunia. Seluruh host (komputer) yang terhubung ke Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. Secara logika, Internet merupakan suatu network besar yang terdiri dari berbagai sub network yang terintegrasi. Oleh karena itu, suatu IP Address harus bersifat unik untuk seluruh dunia. Tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Untuk itu, penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA – salah satunya adalah Network Information Center (NIC) yang menjadi koordinator utama di dunia
IP address dibagi menjadi 3 kelas A, Kelas B, dan Kelas C.
  • Apa bisa dalam pemakai IP address 3 kelas (A, B, dan C) digubungkan?
    Jika bisa bagaimana caranya?
    Jika tidak mengapa?
    Berikut ini cara cara untuk menjawab pertanyaan berikut……
    Kelas A
    IP address kelas A terdiri dari 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar JJ. Pada bit pertama berikan angka
  • Ø 0 sampai dengan 127. (0-127)
Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Bit Pertama : 0 -127
Jumlah : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP : 16.777.214
Misalnya IP address 120.31.45.18 maka
Network ID = 120
HostID = 31.45.18
  • Ø Untuk Subnetmask =255.0.0.0
  • Ø
    Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
Kelas B
IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (
128 – 191).
Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN..NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit Pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Bit Pertama : 128 -191
Jumlah : 16.384
Range IP : 128.1.x.x – 191.155.x.x
Jumlah IP : 65.532
Misalnya IP address 150.70.45.18 maka
Network ID = 150.70
HostID = 60.56
  • Ø Untuk Subnetmask =255.255.0.0
  • Ø Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70
Kelas C
IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Biasanya ini terdapat dalam Warnet-Warnet maupun sebuah sekolah. Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari
(192 – 223).
Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit Pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Bit Pertama : 192 – 223
Jumlah : 16.384
Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x
Jumlah IP : 254 IP
Misalnya IP address 192.168.1.1 maka
Network ID = 192.168.1
HostID = 1
  • Ø Untuk Subnetmask =255.255.255.0
Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1. Semoga bermanfaatya…

IP Address
IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai 255.
Jenis-jenis IP Address terdiri dari :
1. IP Public
Public bit tertinggi range address bit network address
kelas A 0 0 – 127* 8
kelas B 10 128 – 191 16
kelas C 110 192 – 223 24
kelas D 1110 224 – 239 28
2. Privat
IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.
10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255
Kesimpulan
1.0.0.0 – 126.0.0.0 : Kelas A.
127.0.0.0 : Loopback network.
128.0.0.0 – 191.255.0.0 : Kelas B.
192.0.0.0 – 223.255.255.0 : Kelas C.
224.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, reserved.
3. Ipv6
terdiri dari 16 oktet, contoh :
A524:72D3:2C80:DD02:0029:EC7A:002B:EA73
Subneting
Seorang Network Administrator sering kali membutuhkan pembagian network dari suatu IP Address yang telah diberikan oleh Internet Service Provider (ISP). Dikerenakan persedian IP Address pada saat ini sangat terbatas akibat menjamurnya situs-situs di internet. Cara untuk membagi network ini disebut dengan subneting dan hasil dari subneting disebut subnetwork. Langkah-langkah subneting adalah sbb :
contoh 2:
Suatu perusahaan mendapatkan IP adress dari suatu ISP 160.100.0.0/16, perusahan tersebut mempunyai 30 departemen secara keseluruhan, dan ingin semua departemen dapat akses ke internet. Tentukan network tiap departemen ?
Solusi ;
1. Tentukan berada dikelas mana ip tersebut ? B
2. Berapa jumlah network yang dibutuhkan ?
dengan rumus 2n > network yang dibutuhkan
25 > 30
3. Ubah menjadi biner
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
4. Ambil bit host-portion sesuai dengan kebutuhkan network, sehingga
network-portion host-portion
10100000 01100100 _ _ _ _ _ 000 00000000
11111111 11111111 1 1 1 1 1 000 00000000
perhatikan oktet ketiga
_ _ _ _ _ 000
1 1 1 1 1 000

Cara 1

Dengan mengkombinasikan bit
00001 000 = 8
00010 000 = 16
00011 000 = 24
00100 000 = 32
00101 000 = 40
00110 000 = 48
……………
11111 000 = 248
Cara 2
Mengurangi subnet mask dgn bilangan 256
11111 000 = 248
256 – 248 = 8 maka subnetwork adalah kelipatan 8
No Depertemen Subnetwork (255.255.248.0)
1 Pertama 160.100.8.0
2 Kedua 160.100.16.0
3 Ketiga 160.100.24.0
4 Keempat 160.100.32.0
5 Kelima 160.100.40.0
6 Keenam 160.100.48.0
7 Ketujuh 160.100.56.0
.. ………….
30 Ketigapuluh 160.100.248.0
Maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.8.0 160.100.15.255 160.100.8.1 – 160.100.15.254
160.100.16.0 160.100.23.255 160.100.16.1 – 160.100.23.254
160.100.24.0 160.100.31.255 160.100.24.1 – 160.100.31.254
160.100.32.0 160.100.39.255 160.100.32.1 – 160.100.39.254
160.100.40.0 160.100.47.255 160.100.40.1 – 160.100.47.254
160.100.48.0 160.100.55.255 160.100.48.1 – 160.100.55.254
160.100.56.0 160.100.63.255 160.100.56.1 – 160.100.63.254
160.100.64.0 160.100.71.255 160.100.64.1 – 160.100.71.254
160.100.72.0 160.100.79.255 160.100.72.1 – 160.100.79.254
…….. ………. ………….
160.100.248.0 160.100.255.255 160.100.248.1 – 160.100.255.254
VLSM (Variable Leght Subnet Mask)
Konsep subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. Penjelasan lebih detail pada contoh :
contoh 2:
Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :
1. Departemen A = 100 host
2. Departemen B = 57 host
3. Departemen C = 325 host
4. Departemen D = 9 host
5. Departemen E = 500 host
6. Departemen F = 25 host
IP Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16
Apabila kita menggunakan subneting biasa maka akan mudah di dapatkan akan tetapi hasil dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan terbuang sia-sia karena hasil dari subneting terlalu banyak daripada jumlah host yang dibutuhkan. Maka diperlukan perhitingan VLSM yaitu :
1. Urut kebutuhan host yang diperlukan
1. Departemen E = 500 host
2. Departemen C = 325 host
3. Departemen A = 100 host
4. Departemen B = 57 host
5. Departemen F = 25 host
6. Departemen D = 9 host
2. Ubah menjadi biner
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host
l Untuk 500 host
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
Untuk 500 host dimabil 9 bit dari host-portion karena
2n-2 > jumlah host
Hasilnya 160.100.0.0/23
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.0.0/23 160.100.0.255 160.100.0.1 – 160.100.1.254
160.100.2.0/23 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.3.254
160.100.4.0/23 160.100.4.255 160.100.4.1 – 160.100.5.254
160.100.6.0/23 160.100.6.255 160.100.6.1 – 160.100.7.254
160.100.8.0/23 160.100.8.255 160.100.8.1 – 160.100.9.254
…….. ………. ………….
160.100.254.0/23 160.100.254.255 160.100.254.1 – 160.100.255.254
l Untuk 325 host kita masih dapat menggunakan subnet dari 500 host karena masih dalam arena 29 dan pilihlah subnet yang belum digunakan.
l Untuk 100 host menggunakan 28 > 100 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.2.0/24
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000010 00000000
maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.2.0/24 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.2.254
160.100.3.0/24 160.100.3.255 160.100.3.1 – 160.100.3.254
l Untuk 57 host menggunakan 26 >57 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.0/24
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.0/26 160.100.3.91 160.100.3.1 – 160.100.3.90
160.100.3.64/26 160.100.3.63 160.100.3.65 – 160.100.3.126
160.100.3.128/26 160.100.3.127 160.100.3.129 – 160.100.3.190
160.100.3.192/26 160.100.3.191 160.100.3.193 – 160.100.3.254
l Untuk 25 host menggunakan 25 > 25 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.192/25
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.192/27 160.100.3.223 160.100.3.193 – 160.100.3.222
160.100.3.224/27 160.100.3.255 160.100.3.225 – 160.100.3.254
l Untuk 9 host menggunakan 24 > 16 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.224/25
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.224/28 160.100.3.239 160.100.3.225 – 160.100.3.227
160.100.3.240/28 160.100.3.255 160.100.3.241 – 160.100.3.254


Selasa, 17 Januari 2012

iMac (Machintos)


Komputer jenis iMac merupakan perkembangan dari Machintos (Mac). Machintos di luncurkan pada Januari 1984, merupakan komputer pertama yang mempopulerkan grapical user interface (antarmuka pengguna grafis). Pada waktu itu, Machintos termasuk sebuah perkembangan revolusioner dalam dunia perkomputeran desktop. Selanjutnya Machintos di kembangkan menjadi iMac yaitu Komputer Machintos dengan konsep all-in-one yang di perkenalkan pertama kali pada tanggal 7 Mei 1998 oleh Apple Computer.

iMac merupakan sebuah desain komputer pribadi pertama yang mengutamakan seni sebagai tujuan utamanya. Produk ini di buat dengan konsep all-in-one, dimana layar dan unit proses pusatnya (central processing unit) di tampung dalam satu kemasan. Konsep tersebut sudah menjadi tradisi Apple Computer dalam menciptakan komputer all-in-one. Perangkat ini menggunakan prosesor Power PC/G3 233 Mhz dan bagian luarnya di beri warna biru bondi. Beberapa bulan kemudia Apple merilis revisi selanjutnya (rev. B atau rev. 2) daru mesin iMac G 3 233 MHz. Selain itu, juga di lakukkan revisi atau penambahan pada perangkat kerasnya (kaberl dari papan analog video serta papan pemasok kekuatan listrik). Seiring waktu, di keluarkan iMac G3 Generasi selanjutnya yang menyertakan slot pengeluaran CD otomatis atau slot loading. Mengenai Desain, iMac memiliki handle yang memungkinkan orang untuk menenteng komputer tersebut kemana-mana. iMac juga mengadopsi desain Machintos yang tidak memungkinkan pengguna untuk menambah piranti keras lainnya ke dalam komputer. Tetapi pengguna yang banyak akal bisa menggunakan cara jitu untuk mengatasinya.

Aplikasi Astra32 - Pendeteksi Hardware dan Software Komputer

Astra32Astra32 adalah sebuah software/aplikasi yang berfungsi mendeteksi Hardware Komputer yang Anda miliki, mulai dari Motherboard, Processor, Memory, Hard Disk, Sound, Video, Ethernet, dll. Apabila Anda tidak mengetahui suatu driver hardware komputer Anda, Anda bisa menggunakan aplikasi ini untuk mengetahui driver yang cocok dengan hardware anda tersebut. Aplikasi Astra32 juga bisa mendeteksi Software Komputer yang Anda miliki, tepatnya Sistem Operasi. Berikut adalah Cara Menginstal dan Menggunakan Aplikasi Astra32 :


A. Menginstal Aplikasi Astra32


1. Bukalah Jendela Explorer (Ctril-E) atau tempat File Installan Anda simpan, kemudian klik lah 2x File Install Astra32 tersebut.



2. Setelah Men-Double Klik Software/Aplikasi tersebut Proses penginstalan pun di mulai. Pada tahap pertama ini Next.



3. Kemudian Installer akan membawa Anda ke Licence Agreement, untuk hal ini pilih I accept the agreement setelah itu Next lagi.



4. Setelah itu Installer akan menanyakan kepada Anda dimana akan meletakan program instalan tersebut (biarkan pada defaultnya). Kemudian Next lagi.



5. Kemudian Next kembali karena tidak ada yang perlu di setting.



6. Kemudian Installer akan menanyakan kepada Anda, Apakah mau membuat Icon Astra32 di Desktop Anda? Kalau Anda mau buat centanglah Option Create a dekstop icon setelah itu Next.



7. Kemudian Pilih Instal untuk memulai proses instalasi.



8. Selanjutnya adalah Proses Penginstalan. Tunggulah beberapa menit sampai proses ini selesai.



9. Setelah Proses di atas selesai. Proses Instalasi pun selesai. Klik Finish untuk menyelesaikan Proses Instalasi.



B. Menggunakan Aplikasi Astra32

1. Klik Icon Astra32 yang telah Anda Instal tadi.



2. Kemudian Pilih Option Continue.



3. Setelah itu Aplikasi ini akan Mendeteksi semua Hardware dan Software Komputer Anda, Tunggulah beberapa saat untuk proses ini.



4. Setelah Proses Pendeteksian selesai. Aplikasi ini akan memberikan Report tentang semua Hardware dan Software Anda.

WinRAR - Aplikasi Archive dan Compress File atau Folder

WinRARWinRAR adalah sebuah aplikasi archive/pengarsipan dan compress/pengecilan size pada sebuah file atau folder. Pada umumnya aplikasi WinRAR ini digunakan untuk mengarsipkan sebuah file atau folder ke dalam satu bagian agar ketika file atau folder ini ingin dipergunakan dapat dengan mudah dicari. Aplikasi WinRAR ini juga digunakan untuk compress atau mengecilkan size pada sebuah file atau folder yang bertujuan untuk menghemat sebuah media penyimpanan, mempercepat proses upload, dan memudahkan seseorang yang ingin mendownload file atau folder tersebut karena tidak memakan waktu yang lama untuk mendownload file atau folder tersebut. Berikut adalah Cara Menginstall dan Mempergunakan Aplikasi WinRAR :

A. Menginstall Aplikasi WinRAR

1. Bukalah Jendela Explorer (Ctril-E) atau tempat File Installan Anda simpan, kemudian klik lah 2x File Install WinRAR tersebut.

WinRAR
2. Setelah Men-Double Klik Aplikasi tersebut, Proses penginstalan pun di mulai. Pada tahap pertama ini klik Install.

WinRAR
3. Selanjutnya adalah Proses Penginstalan. Tunggulah beberapa menit sampai proses ini selesai.

WinRAR
4. Tahap selanjutnya installer akan menanyakan kepada Anda, kemana saja file WinRAR ini berhubungan, Pada tahap ini pilih Select All dan kemudian klik OK.

WinRAR
5. Proses Instalasi pun selesai. Klik Done untuk menyelesaikan Proses Instalasi.

WinRAR

B. Menggunakan Aplikasi WinRAR

B.1 Archive File atau Folder

1. Pililah beberapa file/folder yang ingin diarsipkan menjadi satu.

2. Kemudian klik kanan file/folder tersebut dan pilih Add to Archive.

WinRAR
3. Klik OK untuk menyelesaikan proses archive ini.


4. Jika berhasil tampilan file/folder akan berubah seperti dibawah ini :

WinRARB.2 Compress File atau Folder

Cara untuk Compress sama halnya seperti mengarchivekan file atau folder bedanya nanti kita akan mengatur seberapa Compress File atau Folder yang diinginkan. Pada ilustrasi ini Penulis akan memakai Folder yang ukurannya 1,20 GB. Berikut adalah langkah-langkah compress file atau folder tersebut :

1. Pililah folder atau file yang ingin di compress, pada ilustrasi ini penulis memakai folder yang berukuran 1,20 GB.

WinRAR
2. Kemudian klik kanan folder tersebut, pilih add archive.


3. Setelah itu Anda akan dihadapkan pada pemilihan kualitas compress, pada tahap ini pilih option Best. Klik Ok untuk mengcompress file atau folder tersebut.

WINRAR
4. Selanjutnya adalah proses compress. Tunggulah beberapa menit sampai proses ini selesai.



5. Setelah selesai folder atau file tersebut akan berubah menjadi file rar dan ukuran yang 1,2 GB tadi sudah berubah menjadi 840 MB.

WinRAR

Enkripsi Dengan Menggunakan Bilangan Biner

Enkripsi adalah sebuah cara untuk merubah atau mengacak sebuah Plainteks (Informasi Asli) ke Chiperteks (Informasi yang sudah disamarkan) agar sebuah informasi tersebut tidak bisa dibaca oleh orang lain tanpa sebuah pengetahuan tentang Enkripsi itu sendiri. Enkripsi telah digunakan 4000 tahun yang lalu oleh Bangsa Yunani untuk menyamarkan sebuah informasi agar ketika seorang kurir pengantar informasi tertangkap oleh musuh maka musuh itu akan bingung sendiri dengan informasi yang mereka dapatkan, enkripsi ini disebut Enkripsi Caesar. Berkembangnya zaman juga turut mengubah metode enkripsi, salah satunya dengan menggunakan Bilangan Biner. Untuk meng-Enkripsi informasi ke bilangan biner, Anda harus memahami dan penggunaan Sistem Bilangan Komputer dan Tabel ASCII (American Standard Code for Information Interchange) karena tabel inilah yang akan menuntun Anda dalam mengubah sebuah informasi menjadi sebuah bilangan biner. Berikut adalah cara mengubah sebuah informasi menjadi sebuah Bilangan Biner :

Langkah-Langkah untuk Enkripsi sebuah Informasi menjadi Bilangan Biner.

1. Pergunakan Tabel ASCII untuk meng-Enkripsi Informasi tersebut ke Bilangan Biner. Kenapa Pakai Tabel ASCII? karena rata-rata keyboard di komputer dan laptop Anda menggunakan Standar ASCII.

2. Pada Tabel ASCII, Lihatlah kolom dan baris tempat beradanya huruf/karakter yang ingin Anda pergunakan, misalnya C (Kolom 4 dan Baris 3).

3. Kolom dan Baris tempat beradanya huruf/karakter ini adalah sebuah Bilangan Hexadesimal jadi untuk itu Anda harus merubahnya ke Bilangan Desimal dahulu kemudian baru mengubahnya ke Bilangan Biner.

Berikut adalah Ilustrasi proses perubahan sebuah informasi menjadi sebuah bilangan biner, Pada ilustrasi ini Penulis mempergunakan kata "LOVE"

Tabel ASCII

Enkripsi Bilangan Biner L

Bilangan Biner O

Enkripsi Bilangan Biner V


Enkripsi Bilangan Biner E

Dari ilustrasi diatas kata "LOVE" akan menjadi seperti ini apabila dirubah menjadi bilangan biner : " 01001100 01001111 0110000 01000101". Enkripsi diatas belum 100% aman karena Enkripsi ini belum memakai metode atau memakai sebuah Algoritma tapi jangan khawatir ini sudah cukup bagi Anda untuk melindungi sebuah informasi karena tidak mudah merubah sebuah bilangan biner ke sebuah huruf/karakter tanpa pengetahuan tentang Sistem Bilangan Komputer dan Tabel ASCII ini.

Apa itu Linux?

Apa itu Linux?

Logo LinuxLinux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dan bebas dibawah lisensi GNU General Public License, yang artinya source code linux tersedia bagi umum dan source code ini juga bisa Anda kembangkan apabila Anda mempunyai kemampuan, itulah salah satu yang membuat linux sangat spesial dibandingkan sistem operasi yang lainnya. Linux termasuk dari 3 Sistem Operasi yang perkembangannya sangat cepat dan pesat selain dari Windows dan Machintos, yang membedakan dari 2 sistem operasi diatas adalah Linux bersifat OpenSource (Source Code pada Linux tersedia bagi umum dan pemakain SO yang free) sedangkan Windows dan Machintos bersifat Lisensi (Source Code tidak tersedia bagi umum dan pemakain SO yang berbayar).

A. Sejarah Linux

Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dari Minix. Minix adalah Sistem Operasi UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew. S Tanenbaum, Beliau ini adalah seorang Profesor yang menggeluti penelitian OS dari Vriji Universitas, Belanda. Dari minix inilah Linux lahir, Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tangga 5 Oktober 1991, Linus Torvalds mengumumkan versi resmi linux yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH (GNU Bourne Again Shell) dan GCC (GNU C Compiler). Sejak saat itu linux terus berkembang dan munculnya Distro Linux (Distribusi Linux) juga turut andil dalam perkembangan Linux. Distro Linux (Distrubis Linux) adalah sebutan untuk sistem operasi komputer dan aplikasinya, merupakan keluarga Unix yang menggunakan kernel Linux, Distro Linux ini seperti Redhat, Ubuntu, Debian, Mandrake, Slackware, dan lain-lain.

B. Logo Linux

Kenapa Linux menggunakan Logo Pinguin? Pemilihan Pinguin sebagai Logo Linux berawal ketika Linus Torvalds sedang berjalan di suatu taman. Pada saat sedang berjalan di taman tersebut tiba-tiba Linus dipatok pinguin, dan sejak dipatok pinguin itu Linus mengalami demam selama beberapa hari. Dari sinilah Linus berfikir bahwa karakter pinguin ini cukup mewakili Linux. Linus berharap pemakainya mengalami demam alias tergila-gila untuk menggunakan dan mengotak-atik Linux. Dan apa yang diharapkan dan dibayangkan Linus itu menjadi sebuah kenyataan. Hampir setiap pemakai saat pertama kali berkenalan dengan Linux menjadi susah tidur, dan menghabiskan waktunya berjam-jam didepan komputer hanya untuk belajar dan bermain-main dengan Linux.

C. Keuntungan Memakai Linux

1. Opensource. Linux merupakan sistem operasi yang Opensource yang artinya Source Code pada linux terbuka untuk umum dan source code ini juga bisa Anda kembangkan untuk memunculkan Linux yang lebih bagus dari sebelumnya.

2. Interaksi Dengan OS Lain. Linux bisa berinterakasi dengan OS lain melalui 3 cara yaitu Kompabilitas file dan file system, kompabilitas network, dan emulasi operating sistem. Anda pasti pernah mendengar bahwa Linux bisa membaca format partition windows (NTFS atau FAT) dan juga file sistem pada windows tetapi sebaliknya windows tidak bisa membaca format partision dan file sistem pada Linux?, inilah yang dimaksud dengan interaksi dengan OS lain tersebut dan inilah yang tidak dimiliki oleh windows.

3. Kemudahan Akses Device. Device di linux umumnya muncul sebagai file. Sehingga program-program bisa membaca dan menulis ke device-device seperti tape drive, modem, terminal, dan sebagainya.

4. Penggunaan Network. Linux juga mensupport penggunaan network, penggunaannya ini tak hanya sesama linux tetapi sudah bisa dengan sistem operasi yang lain seperti windows dan machintos.

D. Kesimpulan

1. Linux menyediakan platform yang sangat maju dan stabil, Linux juga sangat menarik untuk digunakan di lingkungan bisnis, akedemis, maupun pribadi.

2. Keuntungan utama Linux adalah pemgembangan dan support yang terbuka. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti Linux bisa melampaui pencampain Windows dan Machintos.

3. Kekurangan utama Linux adalah sedikitnya jumlah peminat yang ingin mencoba sistem operasi ini.

IP Scanner - Aplikasi Pendeteksi IP Address

IP Scanner - Aplikasi Pendeteksi IP AddressIP Scanner adalah sebuah aplikasi yang berfungsi melakukkan proses pendeteksian, scanning, atau penelusuran IP Address pada sebuah Jaringan Komputer seperti Jaringan LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network), WAN (Wide Area Network), dll. Pada umumnya aplikasi IP Scanner ini digunakan oleh admin sebuah Perusahaan atau Instansi Pemerintahh untuk mengidentifikasi IP Address mana saja yang bisa digunakan agar ketika ada user baru dalam sebuah jaringan, admin dapat memberikan ip address yg belum dipakai user lain. Dengan aplikasi IP Scanner ini Anda juga bisa mengetahui IP Address mana saja yang terkoneksi dengan jaringan Anda dan juga mengetahui computer name dari pemakai ip address tersebut. Berikut adalah Cara Menginstall dan Menggunakan Aplikasi IP Scan :

A. Menginstall Aplikasi IP Scanner

1. Bukalah Jendela Explorer (Ctril-E) atau tempat File Installan Anda simpan, kemudian klik 2x file install IP Scanner tersebut.

IP Scan
2. Setelah Men-Double Klik Aplikasi tersebut, Proses penginstalan pun di mulai. Pada tahap pertama ini, intaller akan membawa Anda ke License Agreement, untuk hal ini pilih I agree with the above terms and conditions, kemudian klik Next.

IP Scan
3. Selanjutnya Installer akan menanyakan kepada Anda, dimana akan meletakan program instalan tersebut, pada tahap ini biarkan pada defaultnya. Kemudian klik Start.

IP Scan
4. Tahap selanjutnya adalah Proses Penginstalan. Tunggulah beberapa menit sampai proses ini selesai.

IP Scan
5. Setelah proses di atas selesai. Proses Instalasi pun selesai.

B. Menggunakan Aplikasi IP Scanner

1. Bukalah Aplikasi IP Scanner yang telah di Intall.

IP Scan
2. Kemudian aplikasi IP Scanner ini akan membawa Anda langsung menuju menu utamanya, setelah itu isilah range ip address yang ingin di scanning, pada ilustrasi dibawah ini Penulis menggunakan IP 192.168.2.1 - 192.168.2.255, dan klik scan untuk memulai proses scanning pada ip address ini.

IP Scan
3. Tunggulah beberapa saat untuk proses scanning/pendeteksian ip address ini.

IP Scan
4. Setelah proses scanning selesai, Anda bisa melihat IP Address yang hidup/mati dan juga computer name dari pemakai ip address tersebut.

IP Scan

Sejarah Perkembangan Software Komputer


Software Komputer adalah kumpulan dari pada intruksi atau statement yang di susun secara logis dan berbentuk kode yang hanya dapat di mengerti oleh komputer. Software Komputer ini berangsur-angsur mengalami peningkatan atau perubahan dari tahun ke tahun dalam perkembangannya. Berdasarkan perkembangannya, Sejarah Perkembangan Software Komputer dibagi dalam beberapa era yaitu Era Pioneer, Stabil, Mikro, dan Modern. Berikut adalah Sejarah Perkembangan Software Komputer :

1. Era Pioneer. Pada Era Pioneer ini bentuk software komputer pada awalnya adalah sambungan-sambungan kabel ke antar bagian dalam komputer, Cara dalam mengakses komputer adalah menggunakan punched card yaitu kartu yang di lubangi. Penggunaan komputer saat itu masih dilakukan secara langsung, sebuah program digunakan untuk sebuah mesin tertentu dan untuk tujuan tertentu. Di era ini software komputer merupakan satu kesatuan dengan sebuah hardware komputer.

2. Era Stabil. Pada Era Stabil ini baris-baris perintah software komputer yang dijalankan oleh komputer bukan lagi satu-satu, tapi sudah banyak proses yang di lakukan secara bersamaan (multi tasking). Software Komputer pada era ini juga mampu menyelesaikan banyak pengguna (multi user) dan secara cepat/langsung (real time). Di era ini jugalah mulai di kenal sistem basis data, yang memisahkan antara program dan data .

3. Era Mikro. Pada Era Mikro ini software komputer dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu Software Sistem (Windows, Linux, Machintos, dll), Software Aplikasi (Ms.Office, OpenOffice, dll) dan Languange Software/Bahasa Pemograman (Assembler, Visual Basic, Delphi, dll)

4. Era Modern. Pada Era Modern ini software komputer tidak hanya untuk sebuah komputer tetapi sebuah handphone pun telah di lengkapi dengan sebuah software sistem seperti Android, Symbian, dll. Tingkat kecerdasan yang ditunjukkan oleh software komputer pun semakin meningkat, selain permasalahan teknis, software komputer sekarang juga mulai bisa mengenal suara dan gambar.